Senin, 24 Juni 2013

Potret Ummat di Akhir Zaman


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ وَيُقْبَضُ الْعِلْمُ وَتَظْهَرُ الْفِتَنُ وَيُلْقَى الشُّحُّ وَيَكْثُُرُ الْهَرْجُ
“Zaman akan saling mendekat, diangkatnya ilmu, munculnya berbagai fitnah, diletakkan kerakusan, dan banyaknya peperangan”. (HR. Al-Bukhoriy no.989 dan Muslim no.157)

Di akhir zaman, seperti zaman kita ini, sebelum datangnya hari kiamat akan ada hari-hari yang di dalamnya turun dan tersebar kejahilan yang disebabkan oleh malasnya manusia dan enggannya mereka dari menuntut ilmu agama, yaitu ilmu tentang Al-Qur’an dan Sunnah. Nabi-shollallahu alaihi wasallam- bersabda,

إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ لَأَيَّامًا يَنْزِلُ فِيْهَا الْجَهْلُ وَيُرْفَعُ الْعِلْمُ
“Sesungguhnya di depan hari kiamat ada hari-hari yang kejahilan diturunkan di dalamnya, dan ilmu diangkat”. [HR. Al-Bukhoriy (6654)]

Banyak diantara agama, dan sunnah Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- yang dilalaikan orang pada hari ini sehingga terkadang menjadi sesuatu yang mahjur (ditinggalkan).

Inilah yang pernah diisyaratkan oleh Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- ketika beliau bersabda dalam sebuah hadits,
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيْبًا وَسَيَعُوْدُ كَمَا بَدَأَ غَرِيْبًا فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ
“Islam muncul dalam keadaan asing, dan akan kembali (asing), sebagaimana ia muncul dalam keadaan asing. Maka beruntunglah orang-orang asing“. [HR. Muslim dalam Kitab Al-Iman (232)]
Semua ini disebabkan karena kurangnya perhatian kaum muslimin terhadap agamanya dan sunnah Rasul-Nya-shollallahu alaihi wasallam-. Kurangnya perhatian mereka menuntut ilmu syar’i karena kesibukan duniawi yang memalingkan mereka. Sementara mereka tak ada perhatian lagi dengan majelis ilmu dan majelis ta’lim. Akibatnya, agama dan Sunnah Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- terasa asing dan aneh di sisi mereka.

Memang mereka terkadang mendatangi majelis ta’lim. Namun jika mereka hadir, nampak pada wajah mereka lelah dan keterpaksaan ikut majelis ta’lim. Yah, hanya sekedar hadir agar orang tidak mencelanya.

Maka anda akan lihat orang semacam ini jika hadir di majelis ta’lim, ada yang ngantuk , bahkan tidur. Ada yang bersandar di tembok, jauh dari ustadz. Ada yang sengaja duduk di belakang untuk sembunyi; jika ngantuk dan tertidur, ia bisa sembunyikan wajahnya di balik punggung kawannya. Ada yang cerita dengan temannya sehingga mengganggu ceramah ustadz. Ada yang melayang pikirannya sampai Amerika. Inilah kondisi mereka sehingga tak heran jika mereka tetap jahil terhadap agamanya.


Jika mendengar cerita yang menguntungkan dunianya, maka matanya terbelalak. Betul dunia adalah nikmat yang Allah berikan. Namun jangan dijadikan tujuan hidup dan pusat perhatian. Dunia diambil sekedar bekal menuju Allah Ta’ala. Allah tidak memberikan nikmat kepada seorang hamba-Nya, kecuali nikmat itu hanya sekedar alat dan sarana yang dipakai untuk beribadah dan beramal sholeh. Dunia dengan segala nikmatnya bukanlah merupakan tujuan dan terminal terakhir bagi seorang muslim. Akan tetapi merupakan tempat persinggahan mengambil bekal menuju perjalanan akhir, yaitu akhirat.


Fenomena berlombanya kaum muslimin memperbanyak harta benda dan fasilitas duniawi sehingga membuat mereka lupa terhadap agamanya merupakan sebab tersebarnya kejahilan. Jika semakin hari, semakin tersebar kejahilan, maka ketahuilah bahwa ini adalah salah satu diantara ciri dan tanda dekatnya hari kiamat.

Nabi-shollallahu alaihi wasallam- bersabda,
مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ : أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَ يُثْبَتَ الْجَهْلُ
“Diantara tanda-tanda kiamat: Diangkatnya ilmu, dan kokohnya (banyaknya) kejahilan”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (80), dan Muslim dalam Shohih-nya (2671)]

Di akhir zaman, seperti zaman kita ini, sebelum datangnya hari kiamat akan ada hari-hari yang di dalamnya turun dan tersebar kejahilan yang disebabkan oleh malasnya manusia dan enggannya mereka dari menuntut ilmu agama, yaitu ilmu tentang Al-Qur’an dan Sunnah. Nabi-shollallahu alaihi wasallam- bersabda,

إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ لَأَيَّامًا يَنْزِلُ فِيْهَا الْجَهْلُ وَيُرْفَعُ الْعِلْمُ
“Sesungguhnya di depan hari kiamat ada hari-hari yang kejahilan diturunkan di dalamnya, dan ilmu diangkat”. [HR. Al-Bukhoriy (6654)]

Di tengah kabut kejahilan menyelimuti manusia, tersebarlah berbagai macam maksiat berupa pembunuhan, pencurian, perzinaan, dan kerakusan terhadap harta. Ini semua diakibatkan oleh hilangnya ilmu agama yang bermanfaat di tengah manusia. Nabi-shollallahu alaihi wasallam- bersabda dalam riwayat lain ketika menyebutkan tanda dekatnya hari kiamat,

يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ وَيُقْبَضُ الْعِلْمُ وَتَظْهَرُ الْفِتَنُ وَيُلْقَى الشُّحُّ وَيَكْثُُرُ الْهَرْجُ
“Zaman akan saling mendekat, diangkatnya ilmu, munculnya berbagai fitnah (masalah), diletakkan kerakusan, dan banyaknya peperangan”. [HR. Al-Bukhoriy (989) dan Muslim (157)]
Al-Imam Ibnu Baththol –rahimahullah- berkata , “Semua yang dikandung oleh hadits ini berupa tanda-tanda kiamat sungguh kami telah melihatnya dengan mata kepala. Ilmu sungguh telah diangkat, kejahilan muncul, diletak kannya penyakit rakus dalam hati, fitnah (musibah) merata, dan pembunuhan banyak”. [Lihat Fath Al-Bari (13/16)]

Ini di zamannya Ibnu Baththol rahimahullah-, maka bagaimana lagi di zaman kita ini kejahilan merata dimana-mana, baik di kota maupun di pedalaman. Kejahilan di negeri kita bukan hanya mengenai rakyat jelata yang tak berpendidikan agama, bahkan juga mengenai kaum terpelajar. Hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi-shollallahu alaihi wasallam-,

إِنَّ اللهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ اِنْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ النَّاسِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يَتْرُكْ عَالِمًا اِتَّخَذَ النَّاسُ رُؤُسًا جُهَّالًا فُسُئِلُوْا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوْا وَأَضَلُّوْا
“Sesungguhnya Allah tidak mengangkat ilmu dengan sekali mencabutnya dari manusia. Akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mematikan para ulama’ sehingga apabila Allah tidak menyisakan lagi seorang ulama’pun, maka manusiapun mengangkat pemimpin-pemimpin yang jahil. Mereka (para pemimpin tsb) ditanyai, lalu merekapun memberikan fatwa tanpa ilmu. Akhirnya mereka sesat dan menyesatkan (manusia)” .[HR.Al-Bukhory dalam Kitab Al-Ilm (100), dan Muslim dalam Kitab Al-Ilm (2673)]

Al-Imam Abu Zakariya An-Nawawiy-rahimahullah berkata ketika menjelaskan makna hadits di atas, “Hadits ini menjelaskan maksud tercabutnya ilmu dalam hadits-hadits lalu yang muthlak (umum), bukan menghapusnya dari dada para penghafal (pemilik) ilmu itu. Akan tetapi maknanya, para pembawa ilmu itu (yakni para ulama) akan mati. Lalu manusia mengangkat orang-orang jahil (sebagai pemimpin dalam agama). Orang-orang jahil itu memutuskan perkara berdasarkan kejahilan-kejahilannya. Lantaran itu ia sesat, dan menyesatkan orang“. [Lihat Al-Minhaj Syarh Shohih Muslim ibn Al-Hajjaj (16/224), cet. Dar Ihya’ At-Turots Al-Arabiy]


Alangkah banyaknya pemimpin dan ustadz-ustadz seperti ini. Mereka diangkat oleh manusia sebagai seorang ulama’ dan ustadz. Padahal ia tidaklah pantas dijadikan panutan, karena ia jahil. Kalaupun ia berilmu, namun ilmu itu di buang di belakang punggungnya. Manusia jenis ini banyak bermunculan bagaikan jamur di musim hujan.


Coba lihat disana, manusia mengangkat seorang pelawak sebagai “da’i sejuta ummat”. Padahal bisanya cuma tertawa dan menggelitik para pendengar.

Dari arah lain, muncul para normal yang dulunya dijauhi oleh manusia, karena dikenal memiliki sihir. Sesaat kemudian berubah menjadi “da’i sejuta ummat”, karena sekedar pernah memimpin dzikir jama’ah yang dihadiri oleh sebagian kiyai jahil dan orang-orang yang memiliki kedudukan. Dulunya tukang sihir dan dukun (para normal), kini menjadi ustadz, bahkan terakhir bergelar “KH”.

Artis pun tak ketinggalan ambil job dalam kancah dakwah dengan bermodalkan semangat kemampuan tampil di depan publik dan wajah ganteng sebagai modal dengkul untuk menarik ummat menuju ke neraka. Bagaimana tidak, sebab seorang yang berdakwah tanpa ilmu akan mengantarkan dirinya berbicara tanpa batas, sehingga terkadang ia telah merusak dan menghancurkan agama pendengarnya, namun ia tak sadar karena memandang dirinya lebih pandai dari pendengar. Padahal ia jahil atau mungkin lebih jahil dari pendengar. Nas’alullahal afiyah wassalamah minal fitan.

Lebih para lagi, jika dakwah yang ditangani oleh orang-orang jahil dihiasi dengan perkara-perkara yang melanggar syari’at, seperti dakwah dihiasi dengan musik dengan istilah “Nada dan Dakwah“. Ini adalah cara dakwah yang keliru, karena menyalahi tuntunan Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- .

Dengarkan Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda dalam mengharamkan musik,

لَيَكُوْنَنَّ مِنْ أُمَّتِيْ أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّوْنِ الْحِرَّ وَالْحَرِيْرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ
“Sesungguhnya akan ada beberapa kaum dari ummatku akan menghalalkan zina, kain sutra, minuman keras (khomer), dan musik“. [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab Al-Asyribah (5590)]
Muhaddits Negeri Syam Muhammad Nashiruddin Al-Albaniy Al-Atsariy –rahimahullah- berkata dalam kitabnya Tahrim Alat Ath-Thorb (hal 105), “Sesungguhnya para ulama dan fuqoha –diantaranya empat imam madzhab- sepakat mengharamkan alat-alat musik karena berteladan dengan hadits-hadits Nabi Shollallahu Alaihi wa Sallam dan atsar-atsar Salaf ”.

Jadi, berdakwah dengan musik merupakan perkara kejahilan dan kebatilan yang menyalahi tuntunan Allah -Ta’ala-, Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- , dan para ulama’ kaum msulimin dari dulu sampai hari ini. Oleh karena itu, kita sesalkan adanya sebagian orang-orang jahil atau pura-pura jahil yang menyemarakkan program “Nada dan Dakwah” yang jelas dan nyata menyelihi agama !! Ini lebih diperparah lagi dengan bantuan “Guru Besar” alias televisi dalam menyemarakkannya demi meraih keuntungan duniawi yang semu, dan memperturutkan hawa nafsu.


Realita ummat yang demikian ini membuat dahi berkerut dan kepala sakit karena banyaknya dan bertambahnya “PR” yang perlu diselesaikan oleh para dai kebenaran. Dengan realita kejahilan ummat seperti ini, tak pelak jika banyak menimbulkan masalah. Tak heran jika terkadang ada sunnah Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- yang ingin diamalkan di zaman ini, mereka serta merta merasakannya sebagai suatu yang asing, menolaknya, menganggapnya bukan dari Islam!! Bahkan memusihi dan menyakiti sebagian hamba-hamba Allah -Ta’ala- yang mengamalkannya.


Jika kejahilan tentang agama merata di tubuh ummat, maka akan tersebar berbagai macam pelanggaran, syirik, kekafiran, bid’ah, dan maksiat, baik yang nampak, maupun yang tersemunyi. Inilah awal kehinaan yang akan menimpa ummat Islam yang dimanfaatkan oleh musuh-musuh Islam.

Jika ummat Islam sibuk dengan dunia, sibuk dengan peternakan, pertanian, perdagangan apalagi riba sehingga lupa mempelajari agamanya dari Al-Qur’an dan Sunnah, maka Allah akan timpakan kehinaan atas mereka. Inilah kehinaan yang tak mungkin akan tercabut dari tubuh ummat kecuali mereka mau kembali kepada agamanya dengan ilmu agama yang benar, dan berguna.

Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِيْنَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيْتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوْا إِلَى دِيْنِكُمْ
“Jika kalian berjual-beli dengan cara ‘inah (salah satu bentuk riba), kalian memegang ekor-ekor sapi, ridho dengan bercocok tanam, dan meninggalkan jihad, maka Allah akan menimpakan kepada kalian suatu kehinaan yang tak akan dicabut oleh Allah sampai kalian kembali kepada agama kalian“. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (3462). Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Muhaddits Al-Atsariy Syaikh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (11)]

Kesibukan dengan dunia menyebabkan kita akan semakin cinta kepadanya, dan takut mati untuk menghadap Allah Ta’ala- .Seakan-akan kita mengharapkan diri dan harta benda yang melalaikan kita agar kekal di dunia, tanpa menghadapi hisab.


Abu Hurairah -radhiyallahu ‘anhu- berkata, Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

يُوْشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ: وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ ؟ قَالَ : بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيْرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللهُ مِنْ صُدُوْرِ عَدَوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللهُ فِيْ قُلُوْبِكُمْ الْوَهْنَ ” فَقَالَ قَائِلٌ: يَارَسُوْلَ اللهِ وَمَا الْوَهْنُ ؟ قَالَ : حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ
“Hampir saja ummat-ummat saling memanggil (menyerang) menuju kalian sebagaimana orang-orang yang mau makan saling memanggil kepada nampannya”. Ada yang bertanya, “Apakah karena kita sedikit saat itu?” Beliau bersabda, “Bahkan kalian saat itu banyak, tapi kalian buih laksana buih ombak. Allah benar-benar akan mencabut perasaan segan terhadap kalian dari dada musuh kalian; Allah akan mencampakkan kelemahan dalam hati kalian”. Ada yang bertanya, “Apa kelemahan itu?” Beliau menjawab, “Cinta dunia, dan takut mati“.[HR. Abu Dawud dalam Kitab Al-Malahim (4297). Di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (958)]


Dikutip dari http://almakassari.com/?p=261 Penulis: Buletin Jum’at Al-Atsariyyah

Minggu, 23 Juni 2013

Amalan Ringan Pahala Besar

Subhanallah........................


Di antara nikmat Allah yang dianugerahkan kepada kita adalah bahwa setiap amalan yang diperintahkan kepada kita atau yang dilarang telah ditentukan pahala dan ganjarannya. Hal itu dikemas dalam bentuk anjuran, kabar gembira, atau bersegera agar diamalkan, yang terkadang dituturkan pada awal, pertengahan atau bahkan di akhir kalimat. Dan diantara kemuliaan Allah atas hamba-Nya adalah Dia melipatgandakan amal kebaikan sampai sepuluh bahkan tujuh ratus kali lipat. Pahala-pahala tersebut dapat dikelompokkan sesuai dengan kelipatan pahala dari amalan-amalan tertentu, antara lain:

1. Satu Pahala Kebaikan

Pahala ini diberikan kepada para hamba-Nya yang i melakukan suatu amalan baik akan tetapi keinginan itu belum tercapai atau orang yang ingin melakukan kejahatan akan tetapi tidak tercapai. Hal ini diterangkan oleh hadits Nabi:
"Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan-kebaikan dan keburukan, lalu menguraikannya; barang siapa yang berkeinginan melakukan suatu amal baik, sementara ia belum dapat melakukannya maka baginya pahala yang sempurna. Jiak ia sampai mengamalkannya maka Allah akan memeberikan pahala sepuluh kebaikan, sampai berlipat tujuh ratus kebaikan, bahkan lebih banyak. Jika ia berkeinginan melakukan suatu kejahatan sementara ia tidak melakukannya maka baginya pahala satu kebaikan penuh. Dan jika berkeinginan melakukan suatu kejahatan dan ia melakukannya maka baginya satu ganjaran keburukan." (Bukhari-Muslim)

2. Pahala 10x kebaikan

Pahala ini diberikan kepada orang-orang yang melakukan kebajikan-kebajikan sebagai berikut:
a. Setiap satu huruf dari bacaan Al-Quran mengandung 10 kebaikan bila kita membaca Al-Quran
"Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka ia akan mendapat pahala satu kebaikan, satu kebaikan sama dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan 'Alif Laam Miin' adalah satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf." (Tirmidzi)

b. Mengucapkan shalawat Nabi
"Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali."(Muslim)

c. Orang yang mengucapkan salam
Diriwayatkan oleh husain bin Umar, ia menuturkan:
"Seseorang datang kepada Nabi sambil mengucapkan 'Assalamualaikum', Nabi membalas salamnya dan ia pun langsung duduk, lalu beliau mengucapkan 'Baginya pahala sepuluh kebaikan'. Lalu datang orang lain kepada Nabi sambil mengucapkan 'Assalamualaikum Warahmatullah', Rasul pun membalasnya lalu berkata,'Baginya pahala dua kebaikan'. Kemudian datang orang ketiga mengucapkan,'Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh', Rasul pun membalas salamnya dan orang itu pun langsung duduk, lalu beliau berkata,'Baginya pahala tiga puluh kebaikan.'"(Abu Daud)

3. Pahala 20x kebaikan
Pahala yang diperuntukkan bagi orang yang mengucapkan, 'Assalamualaikum Warahmatullah', sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.

4. Pahala 30x lipat
Pahala ini dapat diraih cukup hanya dengan mengucapkan salam secara sempurna, 'Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh', sebagaimana tersebut dalam hadits di atas.

5. Pahala 100x lipat

Pahala yang dapat diraih oleh orang yang membunuh toke dengan satu pukulan
"Barangsiapa membunuh toke dalam satu kali pukulan maka baginya seratus pahala kebaikan sedangkan dalam dua kali pukulan baginya kurang dari itu dan pada pukulan ketiga pahalanya kurang dari itu." (Muslim)

6. Pahala 100 Tingkatan Surga

Yaitu bagi orang yang melakukan amal kebaikan berupa jihad di jalan Allah.
"Sesungguhnya di dalm surga terdapat seratus tingkat yang disiapkan Allah bagi orang yang berjihad fi sabilillah. Jarak antara satu tingkat ke tingkat lainnya seperti antara langit dan bumi." (Bukhari)

7. Pahala 1000x kebaikan

Pahala ini diperuntukkan bagi orang yang mengucapkan tasbih 100x. Rasulullah bersabda:
"Adakah di antara kalian tidak mampu untuk mendapatkan pahala seribu kali kebaikan setiap hari?" Seorang sahabat yang berada di majelisnya bertanya."Bagaimana mendapatkan pahala seribu kali kebaikan?" Rasul menjawab,"Bertasbih seratus kali, niscaya akan mendapatkan pahala seribu kali kebaikan, atau dihapuskan darinya seribu dosa." (Ahmad dan Muslim)

8. Pahala 27x lipat

Pahala ini diperuntukkan bagi orang yang mendirikan shalat berjamaah
"Orang yang melakukan shalat berjamaah baginya tambahan pahala dua puluh tujuh derajat."(Muslim)

9. Pahala 1000x lipat

Pahala ini diperuntukkan bagi orang yang melakukan shalat di masjid Nabawi.
"Shalat di masjidku  lebih utama seribu kali shalat di masjid yang lain kecuali masjidil Haram." (Bukhari-Muslim)

10. Pahala Satu Gunung Emas

Pahala ini diperuntukkan bagi Pahala ini diperuntukkan bagi orang yang mengiringi jenazah dan menyalatkannya.
"Barangsiapa yang turut mengiring jenazah seorang muslim dengan keimanan dan mengharap ridha Allah dan menyolatkannya serta turut mengiringinya sampai ke liang lahad maka baginya pahala dua karat, satu karat sebesar gunung Uhud. Adapun orang yang turut mengiringinya sampai menyalatkannya tanpa ikut serta ke pemakamannya baginya pahala satu karat." (Bukhari)

11. Pahala Dua Gunung Emas
Mengiringi jenazah sampai usai pemakaman sebagaimana tersebut dalam hadits di atas.

12. Pahala 700x lipat

Pahala ini diperuntukkan bagi :
1. Orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah
"Barangsiapa yang berinfak di jalan Allah maka baginya pahala 700x lipat." (Tirmidzi)

2. Orang Yang berislam dengan Baik
"Jika Seseorang diantara kalian berislam dengan baik, maka setiap kebaikan yang diperbuat mendapatkan pahala sebesar 10 kali sampai 700 kali lipat. Sedangkan setiap kejahatan yang diperbuat mendapat ganjaran sebesar kejahatan yang dilakukan sampai ia menghampiri Allah." (Muslim)

Refrens : Jawaiz Qayyimah Ala A'mal Hayyinah

Jumat, 21 Juni 2013

HIKMAH ILMU



BismillahirRahmaanirRahiim.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Firman ALLAH SWT : “Mereka menjawab : “Maha suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain daripada apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS Al-Baqarah ayat : 32)

Sahabat-sahabat yang dikasihi ALLAH,
Ilmu tanpa hikmah menimbulkan kegoncangan dan hikmah tanpa ilmu bererti kebodohan. Dalam diri manusia terdapat dua unsur buruk iaitu kezaliman dan kebodohan.

Ibnu Taimiyah berkata : “Zaluman bererti memutuskan sesuatu secara tidak adl dan Jahulan bererti memutuskan sesuatu tanpa Ilmu”. Oleh sebab itu seorang hakim di samping alim, dia harus adil…dua sifat yang agung dan Indah.

Ilmu merupakan satu keperluan yang besar di dalam hidup. Orang yang duduk di majlis Ilmu lebih afdhal daripada orang yang melakukan solat sunnat atau membaca Al-Quran.

Orang yang bertanya tentang sesuatu permasalahan untuk diamalkan dan untuk menghilangkan kejahilan dirinya, maka itu lebih baik dari orang yang bersujud tujuh puluh kali.

Seorang muslim wajib bersemangat menuntut ilmu, menguatkan ilmu dan membaca serta menempuh pelbagai jalan untuk menggapai ilmu.

Seorang hakim (cendikiawan) berkata : “Allah telah membuat Syurga di dunia. Siapa yang memasuki Syurga itu pasti bahagia hidupnya”. Ketika ditanya : “Apakah itu?”. Jawabnya : “Majlis zikir (majlis pengajian”. Nabi SAW bersabda : “Suatu majlis yang soleh (baik) bagi seseorang mukmin dapat menebus dua juta majlis yang busuk (jelek)”.

Abud Darda’ berkata : Nabi SAW bersabda : “Siapa yang berjalan untuk menuntut ilmu, maka ALLAH akan memudahkan baginya jalan dari jalan-jalan Syurga dan Malaikat selalu menghamparkan sayapnya untuk menaungi orang yang menuntut ilmu kerana redha dengan apa yang dilakukan. Dan seorang alim itu dimintakan ampun oleh semua penduduk di langit (Para Malaikat) dan bumi dan ikan-ikan dalam air dan kelebihan seorang alim (berilmu) terhadap seorang ahli ibadat sebagaimana kelebihan bulan purnama terhadap lain-lain bintang. Dan ulama sebagai pewaris dari Nabi-Nabi. Dan Nabi tidak mewariskan harta pusaka Perak atau Emas tetapi mereka mewariskan ilmu. Maka sesiapa yang telah mendapatkannya bererti telah mendapat bahagian sebanyak-banyaknya”.

Subhanallah, sahabat….mari kita berusaha untuk meraih dan menambah ilmu tanpa jemu kerana ilmu adalah warisan dari Nabi, sedang harta adalah warisan dari Firaun. Ilmu dapat menjaga dirimu sedang manusia sibuk menjaga harta. Ilmu tidak diberikan oleh ALLAH kecuali kepada orang yang disayangi-Nya.

Ilmu jika diberikan kepada orang tidak berkurang, malahan bertambah bila disebarkan sedangkan harta bila diberikan akan berkurang. Hartawan bila mati hilang namanya. Sedangkan orang alim jika mati tetap hidup namanya. Hartawan jika mati akan ditanya dan dihisab dari mana dapatnya kekayaan dan ke mana dibelanjakan…sedangkan orang berilmu mendapat dengan setiap satu hadith satu darjat di dalam Syurga.

~ * SELAWAT DAN SALAM DARI ALLAH SENTIASA MELIMPAH RUAH KEPADA INSAN YANG MEMBAWA HIDAYAH. SEBARKAN ILMU DAN TOLONGLAH AGAMA ALLAH * ~

Wallahu’alam

♥ஜ♥ 7 Angkah RAHSIA yang Allah Ciptaan ♥ஜ♥




Dalam Islam, angka 7 merupakan angka yang istimewa kerana banyak rahsia yang tersembunyi di dalamnya ciptaan Allah terhadap pelbagai perkara. Tidak dapat disangkal lagi bahawa angka paling istimewa dalam Al-Quran setelah angka 1 adalah angka 7. Semuanya terkandung di dalam Al-Quran yang suci. Selaion daripada Al-Quran, Hadith Nabi juga mempunyai banyak simbolik yang berkaitan dengan angka 7 ini.

"Al-Quran merupakan mukjizat dari Allah SWT untuk manusia kaji dan fahami isinya"

Jika diteliti dan dihayati terdapat begitu banyak perkaitan angka 7 di alam semesta dan persekitaran kehidupan kita. Keesaan Allah SWT dapat kita lihat di dalam Al-Quran yang begitu sempurna dengan asas angka 7.

Di dalam Surah Al-Baqarah yang merupakan surah pertama yang disebut Allah berkaitan angka 7 iaitu :

“Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menciptakan langit, dan dijadikannya tujuh langit, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”.

Begitu juga dengan penghulu Al Quran iaitu Surah Al-Fatihah yang dijadikan Allah sebagai pembuka Al-Quran dan menetapkan ayat-ayatnya berjumlah tujuh.

♥ஜ♥ Penciptaan Langit ♥ஜ♥
Dalam penciptaan langit, kehadiran angka 7 cukup istimewa kerana ketika alam ini diciptakan, Allah yang Maha Berkuasa telah menjadikan langit berjumlah 7 lapis serta 7 lapis bumi.

Firman Allah yang menerangkan tentang penciptaan langit dan bumi ini :

“Allah lah yang menciptakan tujuh langit dan demikian juga bumi. Perintah Allah berlaku padanya agar kamu mengetahui bahawa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dengan ilmuNya.”
[Surah Al-Thalaq : ayat 12]

Allah menghiasi UDARA dengan tujuh LAPIS LANGIT yang didalam FirmanNya yang bermaksud :

“Dan Kami bina di atas kamu tujuh buah langit yang kukuh”.
[Surah An-Nabaa : ayat 12].

Kemudian Allah menghiasi pula langit dengan tujuh BINTANG.

Firman Allah yang bermaksud :
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang di langit, dan Kami telah menghiasinya (langit itu) bagi orang-orang yang memandangnya”.

♥ஜ♥ Penciptaan Bumi ♥ஜ♥
Begitu Allah mencipta bumi 7 lapisan di mana Hadith ada meriwayatkan bahawa lapisan-lapisan bumi ini ada penghuninya sendiri iaitu:

❀❀«¤» Lapis ke-7 dihuni Malaikat
❀❀«¤» Lapis ke-6 dihuni iblis dan Pembantunya
❀❀«¤» Lapis ke-5 dihuni para syaitan
❀❀«¤» Lapis ke-4 dihuni ular-ular
❀❀«¤» Lapis ke-3 dihuni kalajengking
❀❀«¤» Lapis ke-2 dihuni jin-jin

«¤» Lapis pertama «¤»
Dihuni manusia Kemudian Allah menghiasi bumi itu dengan 7 lautan, sebagaimana firmanNya yang bermaksud :

“Dan laut, ditambahkan kepadanya tujuh laut lagi sesudahnya” [Surah Luqman : ayat 27]

«¤» Syurga dan Neraka «¤»
Allah menjadikan syurga dan neraka sebanyak 7 lapisan. Setiap lapisannya untuk seluruh umat manusia menurut amal ibadah yang telah dilakukan kepada Allah SWT di mana semakin baik amalannya, maka semakin baik kedudukannya begitu juga sebaliknya. Allah telah menghiasi neraka dengan 7 tingkat iaitu neraka Jahannam, Sa’iir, Saqar, Jahiim, Hurhamah, Ladhaa dan Hawiyah. Kemudian Allah menghiasinya dengan 7 pintu, sebagaimana firmanNya yang bermaksud :

“Ia (neraka) itu mempunyai tujuh pintu, di mana tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari neraka” [Surah Al-Hijr : ayat 44]

«¤» Al-Quran «¤»
Allah telah menghiasi Al-Quran dengan tujuh surah yang panjang iaitu :
Al-Baqarah
Ali Imran
Al-Maidah
An-Nisaa’
Al-An’aam
Al-Anfa’al dan
At-Taubah

Seterusnya dicantikkan lagi dengan 7 ayat pembuka kitab iaitu Surah Al-Fatihah. Sebagaimana firmanNya yang bermaksud :

“Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al-Quran yang agung”
[Al-Hijr : ayat 87]

♥ஜ♥ Jasad ♥ஜ♥
Allah menghiasi manusia dengan 7 angggota badan iaitu, dua tangan, dua kaki, dua lutut dan satu wajah. Kemudian Allah SWT lengkapi dengan 7 anggota untuk ibadat solat iaitu dua tangan dengan doa, dua kaki dengan berkhidmat, dua lutut dengan duduk dan muka untuk sujud.

Firman Allah yang bermaksud :
“Dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Allah)”
[Surah Al-’Alaq : ayat 19]

Sesungguhnya tidaklah sia-sia penciptaan manusia ini yang dilengkapkan dengan 7 anggota utama iaitu untuk tujuan beribadah kepada Allah dengan susunan yang begitu unik dan cukup sempurna untuk kita. Subhanallah!.

♥ஜ♥ Umur ♥ஜ♥
Allah menghiasi umur manusia dengan 7 peringkat. Pada masa lahir disebut :

“radli”. kemudian ‘farhim’, kemudian ‘kuhul’, kemudian ’syaikh’.

Seterusnya dilengkapkan 7 peringkat umur ini dengan tujuh kalimat iaitu :

“Ucapan Laa Ilaaha Illallaah Muhammad Rasulullaah”.

Firman Allah yang bermaksud :
“Dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat taqwa (Laa Ilaaha Illallaah) dan adalah mereka berhak dengan kalimat taqwa itu dan patut memilikinya”
[surah Al-Fath : ayat 26]

♥ஜ♥ Umur ♥ஜ♥
Allah SWT telah menghiasi umur manusia 7 peringkat :
❀«¤» Masa setitik darah
❀«¤» Ketika dalam kandungan
❀«¤» Menjadi bayi
❀«¤» Ketika kanak-kanak
❀«¤» Remaja
❀«¤» Dewasa
❀«¤» Tua

♥ஜ♥ Tanah Besar ♥ஜ♥
Allah menghiasi dunia dengan 7 negeri yang besar iaitu :
1. Hindustan
2. Hijaz
3. Bashrah, Badiyah dan Kufah
4. Iraq, Syam, Khurasan sampai ke Balakh
5. Rome dan Armenia
6. Negeri Ya’juj dan Ma’juj
7. China dan Turkistan.

Kemudian Allah menghiasi 7 negara itu dengan 7 hari iaitu :
~Sabtu,
~Ahad,
~Isnin,
~Selasa,
~Rabu,
~Khamis dan
~Jumaat.

Seterusnya, Allah memuliakan dengan ketujuh-tujuh hari itu dari para Nabi. Allah memuliakan :

*Nabi Musa a.s dengan hari SABTU,
*Isa bin Maryam a.s dengan hari AHAD,
*Dawud a.s dengan hari ISNIN,
*Nabi Sulaiman a.s dengan hari SELASA,
*Nabi Ya’qub a.s dengan hari KHAMIS,
*Nabi Muhammad s.a.w dan umatnya dengan hari Jumaat.

Muka bumi ini Allah bahagikan kepada 7 bahagian besar tersebut di atas dan pada setiap bahagian wujud pula jenis-jenis manusia yang berlainan bangsa dan agamanya.

Begitulah unik dan istimewanya kewujudan alam dan seluruh isinya hasil ciptaan Allah yang Esa lagi Maha Pencipta. Kita sebagai hambaNya harus mengakui dan meyakini dengan sesungguhnya.

Begitu hebat ciptaan Allah sehinggakan sesetengahnya tidak terjangkau akal kita untuk mentafsirkannya. Allah menjadikan semua ini untuk kita perhatikan, hayati dan nikmati segala kurniaanNya.

Oleh yang demikian, siapa kita untuk tidak mengEsakan Kebesaran Allah? Kita sebagai hamba, maka hanya Allah yang layak kita sembah sebagai tanda ketaatan kita padaNya

:: KONGSIKAN ::

p/s : tolong Suggest Frends pada fans ini untuk SAPPORT jihad. Semoga Allah memberkati bantuan Anda. Aamiin..............................................

Kamis, 20 Juni 2013

Subhanallah.............

ALLAH tahu semua kebutuhan2 kita saat ini dan yg akan datang....
tenang saja, ALLAH lah sbaik-baik pngurus smua mkhluk...
tdk prlu sibuk menganti-ganti topeng yg bukan diri kita sbnarnya...

Yuuk.... kta sibukan mngurusi kdkatan dri kita dngan ALLAH...
ALLAH tahu dngan prsis smua kebusukan2 kita n kita tdk prlu menutup-nutupi itu semua.Biarkan saja orang berkata kalau kita ini bodoh, kita ini jelek, kita ini miskin..Biarkn sja orang lain menjelek-jelekan, ssungguhnya cacian n makian tdk dpt mlukai kita sdikitpun n tdk brpengaruh trhdap rizki dan ALLAH yg tlah ALLAH tentukan...

Contoh...Ketika ada orang lain yang berkata 'dasar kamu kambing..!!' kepada kita, sesungguhnya kita tidak akan berubah menjadi kambing bneran..., justru orang tersebut telah menampakkan sifat kekambingannya...

Ketika ada orang yang berkata 'dasar kamu kambing..!!' kepada kita, lalu kita berkata balik kepada orang tersebut 'kamu yg kambing..!!', maka ini akan impas...hehehehe.......

yg paling lebih berbahaya jika kita berkata 'dasar kamu kambing...!!', kpada orang lain dan orang yg kita maki hanya trsenyum kpda kita n berkata "Alhamdulillah, terima kasih yah.... aku sudah diingatkan..!!', maka hal ini lebih brbahaya krena nanti bukan dia yg mmbalas, melainkan ALLAH nanti yg akan membalas makian kita.., bagaimana jika ALLAH yg mmbalas??, tentu saja iiihhh,,,,, serem!!

Yuuklah...kita tidak perlu sibuk mengurusi orang lain, sibuklah mengurusi diri kita 'bagaimana caranya supaya kita bisa dekat dengan ALLAH sedekat-dekatnya'....

sibuklah memperbaiki hubungan kita dengan ALLAH...

tidak perlu repot mencari-cari orang lain agar perbuatan baik kita dapat dilihat oleh orang lain.., cukuplah ALLAH yg Maha Melihat mengawasi dan melihat kita...tidak perlu repot mencari dan berharap pertolongan dari orang lain. cukuplah ALLAH sebaik-baik penolong dalam hidup ini.....tidak perlu repot mencari-cari pujian orang lain..., cukuplah kelak ALLAH akan memuji kita... subhanallah... ALLAHU AKBAR... ALLAH KARIM.....

Naudzubillah..... yg lebih bahaya jika kita ini sibuk mengurusi agar orang lain memuji kita, dan kita sibuk menggunakan dalil agama hanya untuk dipuji oleh makhluk... Bagaimna klak di Akhrat nanti... aduuuhhhh,,, ga bisa bayangin... deh... azab pa lge... balesan sprti pa.... serem bgt.........

mudah-mudahan hidup kita yang hanya satu kali ini dapat kita manfaatkan untuk mencari keridhoan ALLAH, meraih kasih sayang ALLAH, mencari surga-Nya ALLAH.

Aamiin.. Ya.. Rabbal'alamiin...
Subhanallah...................................

jadi orang merdeka yuk

Subhanallah...

semua diri kita diberikan waktu oleh ALLAH masing-masing 24 jam. 'ingat yah diberi oleh ALLAH waktu!!',

coba deh yuuukkk kita cobaa... mulai hari ini atau mulai kapan jika kita mempunyai waktu luang.... deeehh... , iseng-iseng kita coret-coret dibuku.. atau krtas slembar...... , berapa persen waktu yang kita beri untuk dunia dan berapa persen waktu yang kita berikan untuk ALLAH...di rinciin..... jika persenan waktunya lebih besar untuk dunia berarti diri kita belum bisa hidup merdeka, karena apa?? karena kemungkinan besar kita telah dibudakkan oleh dunia.....

- jika kita tidak bisa memenejemen waktu kita berarti hidup kita belum bisa merdeka..........
- jika kita masih mengejar-ngejar dunia berarti kita masih belum hidup merdeka...........

- jika kita masih berharap kepada manusia berarti kita masih belum bisa hidup merdeka...........
- jika kita masih berharap dan meminta kepada makhluk, berarti kita masih belum merdeka............








hiduplah dengan merdeka bersama ALLAH, didampingi ALLAH, dibimbing ALLAH... Subhanalla.... Nikmat....

tidak perlu kita memelas dan menampakan penderitaan kita kepada selain ALLAH, karena itu menunjukan kita masih belum serius datang kepada ALLAH... Ehmmm.... Apapun yang kita inginkan pasti deh.... akan ALLAH berikan, kita mah tinggal minta doang... sama ALLAH dan jangan membangkang kepada ALLAH, itu aja...tidak perlu kita meminta tolong kepada selain ALLAH..., karena sesuatu selain ALLAH bukanlah sumber pertolongan dan tidak dapat menolong apapun kepada kita, jika memang ada sesuatu yang dapat menolong diri kita, itu hanyalah perantaraan saja dari ALLAH, dan sejatinya ALLAH lah yang menolong diri kita, dan ALLAH lah sebagai sumber pertolongan untuk kita...hiduplah apa adanya karena ALLAH, tidak perlu kita memakai topeng yang bukan diri kita sebenarnya, tidak perlu kita akting menampakan kesusahan kita kepada orang lain demi mendapat sesuatu kepada orang lain..., sangat mudah bagi ALLAH membalikan hati seseorang menjadi benci kepada kita karena kita telah menyusahkan orang lain...., sangat mudah bagi ALLAH menurunkan derajat kita serendah-rendahnya karena kita memelas kepada orang lain... Hemmm......

ayo deh... ayoo..., mulai hari ini kita hidup bebas dan merdeka saja..., merdeka bersama ALLAH, berharap hanya kepada ALLAH, memohon hanya kepada ALLAH dan bertahudid hanya kepada ALLAH...Asiikk,,,, enak loh jika kita hidup merdeka, kemana-mana tidak tertekan dan tidak ada yang dapat menekan kita...

Subhanallah hidup kita hanya satu kali, jika kita meninggal dunia dalam keadaan yang tidak merdeka dan kita hidup penuh berbagai tekanan maka kita akan menjadi budak yang tidak mengenakan... iiihhh.... Aduh... srem bgt... ya... T_T

tidak ada yang dapat mengatur kita kecuali ALLAH Sang Maha Pengatur... jangan mau diatur oleh dunia, jangan mau diatur oleh waktu, jangan mau diatur oleh rutinitas kesibukan yang tiada henti apalagi jika kita sampai diatur oleh uang...., maka kita akan rugi, terpuruk, nelangsa, gundah gulana, hati tidak tenang, kehidupan tidak terarah dan kita akan hancur...lengka sudah... pnderitaan... heeemmm....

biarkan saja ALLAH yang mengatur seluruh kehidupan kita, karena ALLAH sayang sama kita dan ALLAH tahu benar kalau kita ini tidak dapat mengatur hidup kita sendiri karena diri kita bukanlah milik kita melainkan milik-Nya ALLAH....jika kita rela diatur oleh ALLAH maka kehidupan kita akan bagus, kualitas hidup kita akan baik, hati kita akan tenang dan hidup kita akan bahagia...

Jadiii,,,, skrng tugas kita sekarang ialah perbaiki hubungan kita dengan ALLAH dehh... kpan lge...., jangan marahan dengan ALLAH jangan membangkang kepada Penguasa Jagad Raya dan ikuti apa maunya ALLAH...

Hemmm.. Subhanallah.. orang yang paling beruntung didunia ini hanya satu yaitu "YANG MENDAPATKAN CINTA-NYA ALLAH...!!" Subhanallah....

mudah-mudahan hidup kita yang hanya satu kali ini dapat kita manfaatkan untuk mencari keridhoan Allah, meraih kasih sayang Allah, mencari surga-Nya Allah.

Aamiin.. Ya Rabbal'alamiin....................
Subhanallah...

Kebahagiaan bukanlah kesenangan ataupun kesedihan (bukan suka ataupun duka)

Akan ku coba mengekspresikan kebahagiaan menurut nalar yang kurasa dan terasa melalui simbol simbol huruf....

Kesenangan dalam bentuk apapun didunia ini tidak abadi. Kesenangan seperti gelembung-gelembung sabun yang setiap saat dapat meletus dan lenyap di udara. Kesenangan datang dari nafsu dan menimbulkan ikatan-ikatan dengan sumber kesenangan itu. Kalau tiba saatnya kesenangan itu direnggut dan terpisah dari kita, maka kitapun merasa kehilangan dan berduka.

Hidup ini penuh dengan duka yang timbul dan kekecewaan iba diri, kemarahan, kebencian, permusuhan. Karena hidup ini penuh dengan duka dan sengsara, maka kita semua rindu akan kebahagiaan. Sayang sungguh sayang, kita selalu salah mengenal kesenangan sebagai kebahagiaan!

Kesenangan hanya merupakan saudara kembar dari kesusahan belaka, keduanya itu tak terpisahkan seperti permukaan depan belakang dari telapak tangan. Ada susah ada senang, ada suka ada duka. tak terpisahkan.

Karena itu, setiap kedukaan kita coba hibur dengan kesukaan, setiap kesusahan kita tutupi atau ingin lupakan melalui kesenangan. Pada hal, kesenangan itupun akan berakhir dengan kesusahan, seperti gelombang tidak hanya bergerak ke satu jurusan, tapi pada saatnya membalik.

Kebahagiaan sungguh jauh berbeda. Kebahagiaan tidak mempunyai kebalikan! Kebahagiaan berada jauh di atas jangkauan suka dan duka. Karena suka dan duka itu hanya merupakan permainan pikiran, maka hanya menjadi pakaian si-aku.

Kebahagiaan tak dapat diraih oleh pikiran. Kebahagiaan tidak dapat didatangkan dengan sengaja oleh si-aku yang ingin berbahagia. Kebahagiaan adalah Cinta kasih, Cahaya Illahi, kekuasaan ALLAH yang selalu ada di dalam diri kita sendiri, tak pernah sedetikpun meninggalkan kita. Hanya pikiran dengan nafsu² nya menyeret kita kedalam kegelapan sehingga tidak dapat melihat-Nya..................